Jumat, 11 Februari 2011

Aqidah Akhlak

1. Hasan Al Basri

Nama lengkapnya al Hasan bin Ai al Hasan Abu Sa’id. Dia dilahirkan di Madinah pada tahun 221 Hijriah/642 Masehi dan meninggal di Basrah pada tahun 110 H/728 M. ia adalah putra Zaid bin Tasabit, seorang budak yang tertangkap di Maisan, yang kemudian menjadi sekretris Nabi Muhammad Saw. Ia memperoleh pendidikan di Basrah. Ia sempat bertemu dengan sahabat-sahabt Nabi, termasuk tujuh puluh di antara mereka adalah yang turut serta dalam perang Badr.
Ibunya adalah hamba sahaya Ummu Salamah, istri Nabi. Ia tumbuh dalam lingkungan orang saleh yang mendalam pengetahuan agamanya.
Hasan Al Basri tumbuh menjadi seorang tokoh diantara tokoh-tokoh yang paling terkemuka pada zamannya, dan ia termashur karena kesalehan dan keberaniannya. Secara blak-blakkan ia membenci sikap kalangan atas yang hidup berpoya-poya. Sementara teolog-teolog dari kalangan muktazilah memandang Hasan sebagai pendiri mashabnya Amr bin Ubaid dan Wasil bin Atha adalah dua di antara murid-muridnya. Sedangkan dalam jajaran sufi, ia diakui sebagai salah satu tokoh yang paling besar pada masa awal sejarahnya. Ia dikenal juga sebagai orator piawai sehingga berbagai kata dan ungkapan yang disampaikannya, banyak dikutip oleh pengarang-pengarang Arab dan tidak sedikit di anatara surat-suratnya yang masih dapat kita saksikan hingga sekarang dan terpelihara rapi.
Hasan Al Basri adalah seorang zahid yang termasyhur di kalangan tabi’in. prinsip ajarannya yang berkaitan dengan hidup kerohanian senantiasa diukurnya dengan sunnah Nabi, bahkan beliaulah yang mula-mula memperbincangakan berbagai masalah yang berkaitan dengan hidup kerohanian, tenang ilmu akhlak yang erat hubungannya dengan cara mensucikan jiwa dan membersihkan hati dari sifat-sifat yang tercela.
Dasar pendirian HasanAl Basri adalah hidup zuhud terhadap dunia, menolak segala kemegahan, hanya semata menuju kepada Allah, tawakal, khauf dan raja’. Janganlah hanya semata-mata takut kepada Allah. Tetapi ikutilah ketakutan dengan pengharapan. Takut akan murkanya, tetapi mengaharp akan rahmatnya.
Al Taftazani mengatakan konsep zuhud Hasan Al Basri berdasarkan rasa takut yang mendalam kepada Allah Swt. Mengenai hal ini, Al Sya’rani dalam kitabnya At Tabaqat berkata : “ Dia penuh diliputi rasa takut sehingga neraka seakan di ciptakan untuk dirinya seorang” sedang Ibn Abi Al Hadid dalam Nahj Al Balagah menulis sebagai berikut : “jika seorang menemui Hasan Al Basri, dia pasti mengira Hasan sedang tertimpa suatu musibah. Hal ini karena rasa sedih dan rasa takutnya.”
Kemudian ucapan-ucapan beliau yang lain, sebagaimana di kutip Prof.Dr.Hamka, adalah sebagai berikut :
- “Perasaan takutmu sehingga bertemu dengan hati tentram, lebih baik dari pada perasaan tentrammu dari pada kemudian menimbulkan takut”
- “Tafakur membawa kita kepada kebaikan dan berusaha mengerjakannya. Menyesal atas perbuatan jahat, membawa kepada meninggalkannya. Barang yang fana walaupun bagaimana banayaknya, tidaklah dapat menyamai barang yang baqa, walaupun sedikit. Awasilah dirimu dari negri yang cepat dating dan cepat pergi ini, dan penuh dengan tipuan”
- “Dunia ini adalah seorang perempuan janda tua yang telah bongkok”
- “Orang yang beriman berduka cita pagi-pagi dan berduka cita di waktu sore. Karena dia hidup diantara dua ketakutan. Takut mengenang dosa yang telah lampau, apakah gerangan balasana yang akan ditmpakan Tuhan. Dan takut memikirkan ajal yang masih tinggal dan bahaya yang sedang mengancam
- “Patutlah orang Insyaf bahwa mati sedang mengancamnya dan kiamat menagih janjinya.”
- “Banyak berduka cita di dunia memperteguh semangat beramal saleh.
Dalam hubungan ini Dr Muhammad Mustafa Helmi, sebagai mana dikutip Prof. Dr. hamka, mengatakan bahwa zuhud beliau itu, yang didasarkan kepada takut, ialah karena takut akan siksaaan Tuhan dalam Neraka. Tetapi setelah di telaah lebih dalam, kata Hamka, ternyata bukanlah takut akan neraka itu yang menjadi sebab. Yang menjadi sebab ialah perasaan dari orang yang berjiwa besar akan kekuranagn dan kelalaian diri. Itulah sebabnya lebih tepat dikatakan bahwa dasar zuhud Hasan Al Basri bukanlah takut akan amsuk neraka, tetapi takut akan murka Tuhan. Dalam hal seperti ini, orang kadang-kadang bersikaf, biarlah masuk neraka, dari pada kena murka.

2. Rabi’ah al Adawiyah
Nama lengkapnya ialah Ummu al-Khair Rabi’ah binti Isma’il al-Adawiyah al-Qisiyah. Informasi tentang biografinya begitu sedikit, dan sebagiannya hanya bercorak mitos. Dia lahir di Bashrah pada tahun 96 H / 713 M, lalu hidup sebagai hamba sahaya keluarga Atik. Dia berasal dari keluarga miskin, dan dari kecil ia tinggal di kota kelahirannya. Dikota ini namanya sangat harum sebagai manusia suci dan sangat dihormati oleh orang-orang shaleh semasanya. Menurut sebuah riwayat dia meninggal pada tahun 185 H / 801 M. Orang-orang mengatakan bahwa dia dikuburkan didekat kota Jerussalem.
Rabi’ah al-Adawiyah yang seumur hidupnya tidak pernah menikah, dipandang mempunyai saham yang besar dalam memperkenalkan konsep cinta (al-hubb) khas sufi kedalammistisisme dalam islam. Sebagai seorang zahidah, dia selalu menampik setiap lamaran beberapa pria shaleh.
Diantara ucapannya yang terkenal tentang zuhud ialah – sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hujwiri dalam kitabnya al-Kasyf al-Mahjub :
“suatau ketika aku membaca cerita bahwa seorang hartawan berkata kepada Rabi’ah : ‘ Mintalah kepadaku segala kebutuhanmu! ‘Rabi’ah menjawab : ‘aku ini begitu malu memenita hal-hal duniawi kepada pemeliknya. Maka bagaimana bisa aku meminta hal itu kepda orang yang bukan pemiliknya?”
Seperti telah disinggung diatas, isi pokok ajaran tasawuf Rabi’ah adalah tentang cinta. Karena itu, ia mengabdi melakukan amal soleh bukan karena takut masuk neraka atau mengharap masuk surga, tetapi akan cintanya kepada Allah,. Cintanya lyang mendorongnya yang inggin selalu dekat dengan Allah, dan cinta itu pulalah yang embuat ia sedih dan menangis karena takut terpisah dari yang dicintainya. Pendek kata, Allah baginya merupakan dzat yang dicintai, bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Karena seluruh lorong hatinya telah di penuhi cinta ilahi, maka tidak ada lagi tempat yang kosong buat mencintai, bahkan juga buat membenci yang lain. Seseorang pernah bertanya kepadanya : “ Apakah kau benci kepada setan?” Ia menjawab : “ Tidak, cinta ku kepada Tuhan tidak meninggalklan ruang kosong dalam diriku untuk rasa benci kepada setan.” Karena begitu cintanya kepda Tuhan, Ia pernah ditanaya tentang cintanya kepada Nabi Muhammad Saw ia menjawab : “ saya cinta kepada Nabi, tetapi cintaku kepada pencipta memalingkan diriku dari cintaku kepada makhluk.”
Inilah beberapa ucapan rasa cinta yang diunghkapkan oleh Rabi’ah Al Adawiah. Cinta kepada Tuhan begitu memenuhi seluruh jiwa nya, sehingga – seperti telah disebutkan diatas – ia menolak seluruh tawaran kawin denagan alasan bahwa dirinya adalah milik Allah, yang dicintainya; dan siapa yang ingin kawin dengannya haruslah meminta ijin kepada Allah. Dengan demikian, menurut Altaftazani, dapat disimpulkan bahawa Rabi’ah Al Adawiah, pada abad 2 H, telah merintis konsep zuhud dalam islam berdasarkan cinta kepada Allah. Tetapi, ia tidak hanay berbicara cinta ilahi, namun juga menguraikan ajaran-ajaran taswuf yang lain, seperti konsep zuhud, rasa sedih, rasa takut, rendah hati, tobat, ridho dan lain sebagainya.
3. Abu yazid al bustami
Beliau mempunyai nama lengkap Abu Yazid Thaifur bin Isa, beliau dilahirkan di Bustham Khurasan pada tahun 188 Hijriyah dan beliau lebih dikenal dengan nama Abu Yazid Al Busthami. Beliau wafat di Bustham pada tahun 261.
Abu Yazid dikenal sebagai anak saleh dalam lingkungan keluarga yang taat beragama. Ibunya dengan tekun membimbing dan megirimnya untuk belajar agama ke masjid. Setelah dewasa beliau melanjutkan belajar agama ke berbagai daerah untuk berguru kepada ulama-ulama terkenal seperti Abu Ati dari Sind.
Kehidupannya sebagai seorang sufi ditempuh dalam perjalanan yang cukup panjang, kira-kira dalam waktu 30 tahun beliau berkelana menyusuri padang pasir, hidup dengan zuhud, makan serba sedikit, tidur yang tidak begitu banyak. Dari kezuhudannya itu beliau dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ma’rifat yang hakiki untuk dapat mengenal Allah.
4. al hallajj
A. Biografi
Nama lengkapnya adalah Abu al-Mughits al-Husein bin Mansur bin Muhammad
Al-Badawi . Beliau dilahirkan sekitar tahun 244 H (858 M) di Thus dekat Baida (Parsi) , sekarang berada di wilayah Barat Daya Iran. Ia dibesarkan di Wasit dan Tustar yang dikenal sebagai tempat perkebunan kapas dan tempat tinggal para penyortir kapas .
Pada masa remaja ia menetap di Tustar dan berguru pada Sahl ibn Abdullah at-Tustariy (wafat 896 M/ 282 H), seorang sufi terkenal yang pernah belajar pada Sufyan at-Tsaury (Wafat 778 M/ 161 H) . Dua tahun kemudian ia meninggalkan gurunya at-Tastury dan pindah ke Basrah dengan alasan yang tidak jelas. Louis Massiqnon menyebutkan bahwa Sahl at-Tustury adalah guru pertama al-Hallaj dalam tasawuf yang mengajarinya tentang kecintaan dan kesederhanaan sufi, menyenangi kesunyian dan kebersihan jiwa serta tafsir al-Qur’an .
Sehabis belajar dengan Tusturi, dia berangkat ke Bashrah dan belajar kepada Shufi ‘Amar Al-Maliki, di tahun 264 H (878 M). Dia masuk ke kota Baghdad dan belajar kepada Al-Junaid. Dalam konteks umum, Baghdad di akhir abad 3/9, awal 4/10 adalah sebuah tempat yang menggairahkan dan berbahaya : bagi kaum mistikus yang tidak lebih kecil daripada kaum politikus dan pujangga, banker dan pemikir, hakim dan ahli tulis, kaum tradisonalis dan filsuf . Setelah itu dia pun pergilah mengembara dari satu negeri ke negeri yang lain, menambah pengetahuan dan pengalaman dalam Ilmu Tasawuf. Sehingga tidak ada lagi seorang Syekh ternama, semua telah dijelangnya dan dimintanya fatwa dan tuntunannya. Dan tiga kali dia telah naik Haji ke Mekkah. Dalam perjalanannya dan pertemuannya dengan ahli-ahli sufi itu, timbulah pribadi dan pandangan hidupnya sendiri sehingga dalam usia 53 tahun ia telah menjadi pembicaraan ulama pada waktu itu karena paham tasawufnya yang berbeda dengan yang lain. Karena pahamnya itu, seorang ulama fiqh terkemuka , Ibnu Daud Al-asfahani mengelurkan fatwa yang mengatakan bahwa ajaran Al-hallaj sesat. Atas dasar fatwa ini al-Hallaj dipenjarakan. Tetapi setelah satu tahun di dalam penjara, dia dapat melarikan diri dengan pertolongan seorang penjaga yang menaruh simpati kepadanya.
Dari Baghdad melarikan diri ke Sus dalam wilayah Ahwas. Disanalah dia bersembunyi empat tahun lamanya, dengan tidak merubah pendirian dan pandangan hidupnya. Akhirnya di tahun 301 (903 M) dapat juga dia ditangkap kembali, dimasukan pula ke dalam penjara sampai delapan tahun lamanya. Akhirnya pada tahun 301 H (903 M) diadakanlah persidangan ulama di bawah kerajaan Bani Abbas di masa khalifah al-Muktadirbillah. Pada tanggal 18 Zulkaidah 309 H jatuhlah hukuman kepadanya. Dia dihukum bunuh dengan cemeti, lalu disalib, sesudah itu dipotong kedua tangan dan kakinya, dipenggal lehernya dan ditinggalkan tergantung pecahan-pecahan tubuh itu di pintu gerbang kota Baghdad. Kemudian di bakar dan abunya dihanyutkan ke sungai Dajlah.
Al-hallaj adalah seorang alim dalam ilmu agama islam. Sebagaimana dikatakan oleh Ibn Suraij, ia adalah seorang yang hafal Al-Qur’an dan surat dengan pemahamannya, menguasai ilmu fiqh dan hadits, serta tidak diragukan lagi keahliannya dalam ilmu tasawuf. Dia adalah seorang zahid yang terkenal pada masanya, dan banyak lagi sifat-sifat kesalehannya. Keahlian dan kepribadiannya yang demikian itulah yang menjadikannya mampu melahirkan karya-karya gemilang, terutama tentang tasawuf.
Tentang karya-karya al-Hallaj, menurut Ibnu Nadim mencatat bahwasanya karangannya tidak kurang dari 47 buah banyaknya. Sebagian daripadanya adalah :
• Al Ahruful muhaddasah, wal azaliyah, wal asmaul kulliyah.
• Kitab Al Ushul wal Furu’.
• Kitab Sirrul ‘Alam wal mab’uts.
• Kitab Al ‘Adlu wat Tauhid.
• Kitab ‘Ilmul Baqa dan Fana.
• Kitab Madhun Nabi wal Masaul A’laa.
• Kitab “Hua, Hua”.
• Kitab At Thawwasin.
Kedelapan kitab ini adalah yang terpenting di antara 47 kitab itu, dan kitab At- Thawasin merupakan kitabnya yang paling jelas menggambarkan tentang paham tasawufnya. Susunan bahasanya sangat sulit dipahami, sehingga kata Al-Taftazani mungkin banyak pembaca tidak mengerti apa yang dimaksudkan penulisnya. Disamping itu, kitab itu berisi rumus-rumus dan istilah-istilah yang tidak gampang dimengerti.
B. Ajaran Al-Hallaj : Al-Huluul
Secara harfiah hulul berarti Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia tertentu, yaitu manusia yang telah dapat melenyapkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui fana. Menurut keterangan Abu Nasr al-Tusi dalam al-Luma’ Sebagai dikutip Harun Nasution, adalah paham yang mengatakan bahwa Tuhan memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya setelah kemanusiaan yang ada dalam tubuh itu dilenyapkan. Di dalam teks arab pernyataan tersebut berbunyi :

إ ن الله ا صطفى ا جسا ما حل فيها بمعا نى الر بو بية و ا زا ل عنها معا نى البشر ية.

“Sesungguhnya Allah memilih jasad-jasad (tertentu) dan menempatinya dengan makna ketuhanan (setelah) menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan.”
Paham bahwa Allah dapat mengambil tempat pada diri manusia ini, bertolak dari dasar pemikiran al-Hallaj yang mengatakan bahwa pada diri manusia terdapat dua sifat dasar, yaitu lahut (ketuhanan) dan nasut (kemanusiaan). Ini dapat dilihat dalam bukunya bernama al-thawasin.
Faham al-Huluul dapat dikatakan sebagai lanjutan atau bentuk lain dari faham
(ajaran) al-ittihad yang dipopulerkan oleh Abu Yazid al-Bustami (874 M/ 261 H). Tetapi dua konsep ajaran ini berbeda. Dalam ajaran al-ittihad, diri manusia lebur dan yang ada hanya diri Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sedangkan dalam konsep al-Huluul-nya al-Hallaj, diri manusia tidak hancur. Dalam konsep al-ittihad yang dilihat satu wujud, sedangkan dalam konsep ajaran al-Huluul disana ada dua wujud tetapi bersatu dalam satu tubuh .
Helbert W. Mason mengatakan Al-Huluul adalah penyatuan sifat ketuhanan dengan sifat kemanusiaan. Tetapi dalam kesimpulannya konsep al-Huluul-nya al-Hallaj bersifat majaziy, tidak dalam pengertian yang sebenarnya (haqiqiy) . Menurut Nashiruddin at-Thusiy, al-Huluul adalah faham yang mengatakan bahwa Tuhan memilih tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat didalamnya setelah sifst-sifat kemanusiaan yang ada didalam tubuh itu dilenyapkan.
Sebelum Tuhan menjadikan makhluk. Ia hanya melihat diri-Nya sendiri. Dalam kesendian-Nya itu terjadilah dialog antara Tuhan dengan diri-Nya sendiri, yaitu dialog yang di dalamnya tidak terdapat kata ataupun huruf. Yang dilihat Allah hanyalah kemuliaan dan ketinggian zat-Nya. Allah melihat kepada dzatnya dan Ia pun cinta pada
zat-Nya sendiri, cinta yang tak dapat disifatkan, dan cinta inilah yang menjadi sebab wujud dan sebab dari yang banyak ini. Ia pun mengeluarkan dari yang tiada bentk copy dari diri-Nya yang mempunyai sifat dan nama-Nya. Bentuk copy ini adalah Adam. Setelah menjadikan Adam dengan cara itu, Ia memuliakan dan mengagungkan Adam. Ia cinta pada Adam, dan pada diri Adam Allah muncul dalam bentuknya. Dengan demikian pada diri Adam terdapat sifat-sifat yang dipancarkan Tuhan yang berasal dari Tuhan sendiri.

makalah tafsir

MAKALAH TAFSIR
QS. AL – BAQARAH 267 – 268 & QS. AL MA’ARIJ19 – 25
PERILAKU ORANG YANG MENGAMALKAN& MEMANFAATKAN KEKAYAAN ALAM

Di susun oleh :

KHOIRU ROZIKIN
INA KAROMAH
SUSANTINUROHMAH
TRI MUSRIFAH

Kelas :
XI AGAMA








MADRASAH ALIYAH NEGRI 1 KOTA MAGELANG
JL. Raya Payaman No. 1
MAGELANG



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. Wb

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan petunjukNya, sehingga atas limpahanan rahmad dan petunjukNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tanpa ada halangan suatu apapun.

Makalah ini kami susun secara kolektif dengan mengumpulkan data-data yang telah kami pelajari selama kurang lebih enam bulan dalam pembelajaran ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

Namun penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, maka segenap saran dan kritik yang bersifat membangun penulis harapkan demi peningkatan dari makalah ini.

Akhirnya penulis berharap mudah – mudahan makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya, dan para pembaca umumnya.

Wassalamu’alaikum wr. Wb





















MOTTO

1. Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
2. Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
3. Orang yg kuat bukanlah orang yg mampu menjatuhkan/berkelahi dgn org tetapi orang yang kuat adalah orang yg mampu menahan amarahnya.
4. Dunia adl penyihir yg lebih hebat dari Harut dan Marut dan kamu harus menghindarinya.
5. Tinta para pelajar lebih suci daripada darah orang2 yg mati syahid
6. Ingin rasanya melupakanmu dalam kalbu ini, tetapi apa daya naluri enggan untuk beralih ingatan ke yang lain.
7. Walaupun bagaimana kecilnya cinta seseorang kepada Allah, maka yang demikian itu lebih aku senangi daripada beribadah tujuh puluh tahun.
8. Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya saja. Siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja. Siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan menjadi orang yang kau cintai.
9. Jadikanlah engkau sumber tambang kebaikan, dan baikanlah segala kesalahan yang menyakitkan. Sesungguhnya engkau dapat melihat apa yang engkau lakukan dan dapat mendengar apa yang engkau ucapkan.























ISI

QS. Al - Baqarah 267 - 268


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (267) الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلاً وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة:267، 268).
“ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.“ (QS: Al-Baqarah: 267-268).
Ibnu Abas mengatakan: “ Dua perkara dari Allah dan dua dari setan,“ Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan“ seraya mengatakan: Jangan kamu infakan hartamu, biarkan ia menumpuk karena kamu akan membutuhkanya, “ Dan menyuruh kamu berbuat kejahatan“. “ Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya“ atas kemaksiatan-kemaksiatan itu,“ Dan karunia“ dalam rezki “. Ampunan adalah perlindungan atas hamba-hamba-Nya di dunia dan di akhirat, sedang karunia adalah keluasan rezki di dunia dan di akhirat serta kenikmatan di akhirat.
Dan diantara dalilnya adalah sabda Rasulullah saw:
" قال الله تبارك وتعالى: يا ابن آدم، أنفق أنفق عليك " ( رواه مسلم)
“ Allah SWT berfirman: Wahai ibnu Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah kepadamu“ ( HR: Muslim).
" ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقاً خلفاً، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكاً تلفا " ( رواه البخاري )
“ Tiada pagi hari bagi hamba melainkan turun pada saat itu dua malaikat, salah satu dari mereka mengatakan: Ya Allah, berilakanlah kepada orang yang menginfakan (hartanya) penggantinya, yang kedua mengatakan: Ya Allah berikanlah kepada orang yang enggan berinfak kerusakan (atas hartanya).” (HR: Bukhari).
Dan sabda Rasul saw:
“ أنفق يا بلال، ولا تخش من ذي العرش إقلالاً ) “ رواه البيهقي وصححه الألباني(
“ Berinfakanlah ya Bilal, jangan khawatirkan kekurangan dari Sang Pemilik Arsy“.

Semua hadits di atas mengajak berinfak di jalan kebaikan, dan menyampaikan kabar gembira tentang akan diberikanya pengganti (atas harta yang diinfakan) dari karunia Allah SWT bagi orang yang berinfak, serta mengangkat kedudukannya di segenap hati manusia.
Keenam: Mengerjakan haji dan umrah secara berurutan.
Mengerjakan haji dan umrah secara berurutan termasuk diantara sebab yang mendatangkan keluasan rezki dan kemudahan urusan, dari Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
" تابعوا بين الحج والعمرة، فإنهما ينفيان الفقر والذنبوب كما ينفي الكير خبث الحديد والذهب والفضة، وليس للحجة المبرورة ثواب إلا الجنة " (رواه الترمذي والنسائي وصححه الألباني )
“ Laksanakanlah haji dan umroh secara beriringan, karena ia dapat menghapus kefakiran dan dosa sebagaimana api melenyapkan karatan besi, emas dan perak, dan tidak ada balasan atas haji mabrur melainkan surga.”( HR: Tirmizi dan Nasa’I, dan disahihkan Imam Al-Bani).
" تابعوا بين الحج والعمرة، فإنهما ينفيان الفقر والذنوب كما ينفي الكير خبث الحديد " ( رواه النسائي وصححه الألباني)
“ Laksanakanlah haji dan umroh secara beriringan, karena ia dapat menghapus kefakiran dan dosa sebagaimana api melenyapkan karatan besi, emas dan perak.” (HR: Nasa’I dan disahihkan Al-Bani).
Melakukan secara beriringan antara haji dan umrah artinya: jadikanlah salah satu dari keduanya mengiringi yang lain, yakni: jika anda telah menjalankan haji maka lakukanlah umrah, dan jika anda telah menjalankan umrah maka lakukanlah haji, begitulah keduanya terjadi secara beriringan.
Nabi saw menjelaskan bahwa Allah SWT memberi rezki kepada hamba-hamba-Nya dan menolong mereka disebabkan kebaikan mereka kepada orang-orang lemah, dari Mus’ab bin Sa’ad r.a. berkata: Saad r.a. melihat bahwa dirinya memiliki kelebihan atas orang lain( orang lemah), maka Rasulullah saw bersabda:
" هل تنصرون وترزقون إلا بضعفائكم " (رواه البخاري)
“ Kalian tidaklah mendapat pertolongan dan rezki melainkan disebabkan oleh orang-orang lemah diantara kalian“ (HR: Bukhari).
Orang-orang lemah yang dijelaskan Nabi saw bahwa berbuat baik kepada mereka dapat menjadi sebab datangnya rezki dan kemenangan terhadap musuh ada beberapa macam: diantara mereka ada kaum fuqara, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang sakit, orang-orang asing, para wanita yang tidak memiliki orang yang menanggung nafkahnya, dan budak. Bentuk berbuat baik kepada mereka berbeda-beda, berbuat baik kepada orang fakir yang tidak memilki harta dengan sedekah, hadiah, pemberian dan pertolongan, berbuat baik kepada anak yatim dan wanita (yang tidak memiliki orang yang menanggung nafkahnya) dengan memantau kondisi mereka dan membantu mereka dengan cara yang baik, sedang berbuat baik kepada orang-orang sakit dengan menjenguk mereka dan menganjurkan agar sabar dan senantiasa mengharap ridho-Nya... dan begitu seterusnya.
Wahai saudaraku tercinta, jika anda mengingkan kemenangan Allah SWT dan pertolongan-Nya serta keluasan rezki, maka berbuat baiklah kepada kaum lemah, muliakanlah mereka dan pantaulah kondisi mereka, dan ketahuilah bahwa berlaku buruk dan menyakiti mereka adalah sebab tertutupnya pintu rezki, dan dalam kisah para pemilik kebun yang Allah SWT ceritakan dalam surat al-qalam terdapat pelajaran dan nasehat yang berharga.
عن أبي هريرة عن النبي قال: إن الله تعالى يقول: يا ابن آدم، تفرغ لعبادتي أملاً صدرك غنى، واسد فقرك، وإن لا تفعل ملأت يدك شغلاً، ولم أسد فقرك " (رواه الترمذي وابن ماجه وصححه الألباني)
“ Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw, ia bersabda,“ Sesungguhnya Allah SWT berfirman,“ Wahai anak Adam, totalitaslah dalam beribadah, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan dan menutup kefakiranmu, dan jika kamu tidak melakukanya, maka Aku akan memenuhi tanganmu dengan kesibukan dan menutup kefakiranmu.“ (HR: Tirmizi dan Ibnu Majah, disahihkan oleh Al-Bani).
وعن معقل بن يسار قال: قال رسول الله : يقول ربكم تبارك وتعالى: يا ابن آدم، تفرغ لعبادتي أملأ قلبك غنى، وأملأ يديك رزقاً. يا بان آدم، لا تباعدني فأملأ قلبك فقرا، وأملأ يديك شغلاً " (رواه الحاكم وصحح إسناده ووافقه الألباني)
“ Dan dari Ma’qal bin Yasar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda," Allah SWT berfirman,” Wahai anak Adam, totalitaslah dalam beribadah, niscaya Aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan dan kedua tanganmu denganmu rezki. Wahai anak Adam, janganlah engkau menjauhiku maka Aku memenuhi hatimu dengan kefakiran dan kedua tanganmu dengan kesibukan.” (HR: Hakim, dengan sanad disahihkan olehnya dan disepakati Al-AlBani).
Di dalam kedua hadits ini Allah SWT menjanjikan orang-orang yang totalitas dalam ibadah dengan dua hal, yaitu; memenuhi hatinya dengan kekayaan, kedua tangannya dengan rezki, dan mengancam orang yang enggan bertotalitas dengan dua sangsi, yaitu: memenuhi hatinya dengan kefakiran dan kedua tanganya dengan kesibukan, dan kita yakin jika Allah SWT telah mengkayakan hati seseorang, maka selamanya ia tidak akan pernah didekati kefakiran, dan jika Allah SWT memenuhi tanganya dengan rezki, maka selamanya ia tidak akan pernah merugi.
Totalitas dalam beribadah tidak berarti meninggalkan mata pencaharian dan terputus dari mencari rezki serta duduk di masjid siang dan malam, akan tetapi maksudnya adalah hendaklah seorang hamba datang dengan hati dan jasadnya saat beribadah, khusu‘ dan tunduk kepada Allah, menghadirkan keagungan penciptanya, merasakan bahwa ia sedang bermunajat kepada Sang penguasa langit dan bumi.

Rasulullah saw bersabda:
" من نزلت به فاقةٌ فأنزلها بالناس لم تسد فاقته، ومن نزلت به فاقة فأنزلها بالله فيوشك الله له برزق عاجل أو آجل " (رواه الترمذي وصححه الألباني)
“ Barang siapa menderita kefakiran lalu berlindung kepada manusia, maka itu tidak akan menutup kefakiranya, dan barang siapa mengalami kefakiran, lalu ia berlindung kepada Allah SWT, maka Allah akan memberinya rezki dengan segera atau tertunda.“ ( HR: Tirmizi, disahihkan Al-Albani).


QS. AL – MA’ARIJ 19 -25

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
إِلَّا الْمُصَلِّينَ
الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ
وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ
لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

MEMANFATKAN MANFAAT

Sekilas Tentang Ikan Gabus dan Manfaatnya
Ikan gabus yang memiliki nama ilmiah Channa striatus merupakan ikan penghuni rawa banjir di perairan umum nusantara. Ikan ini termasuk jenis ikan predator dan sekerabat dengan ikan toman. Ciri-ciri dari ikan ini adalah tubuh bulat gilig pada bagian depan dan pipih pada bagian belakang. Sirip punggung memanjang dan membulat pada ujung sirip ekor. Kepalanya besar sedikit gepeng seperti kepala ular sehingga sering disebut Snakehead. Memiliki sisik besar pada kepalanya dan 4-5 sisik diantara gurat sisi dan bagian jari-jari sirip punggung bagian depan. Mulutnya besar dengan gigi besar dan tidak ada gigi bentuk taring pada vomer dan palatine.

Ikan gabus banyak ditemukan di sungai, rawa, danau dan sawah - sawah. Ikan ini hidup dengan memangsa ikan - ikan yang berukuran lebih kecil, serangga air, berudu dan udang-udang kecil. Jika keadaan habitatnya mulai mengalami kekeringan, ikan ini akan mengubur dirinya di dalam lumpur sampai keadaan mulai berair lagi. Hal ini karena ikan gabus memiliki semacam organ labirin sehingga memungkinkan ikan gabus dapat bernafas langsung dari udara.


Produksi benih ikan gabus dapat diperoleh melalui pemijahan alami maupun buatan dengan menggunakan HCG dan hormon ovatide. Ciri - ciri induk yang siap dipijah adalah induk betina mengalami matang gonad lebih besar ukurannya dibanding induk jantan dan perutnya membesar dan lembut. Ukuran diameter genital pore induk betina antara 2-4 mm berbentuk bulat. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam, sungai, maupun danau dengan menggunakan karamba sebagai media pemeliharaan. Pemanenan dapat dilakukan apabila ikan yang dipelihara telah mencapai umur konsumsi. Jenis penyakit yang sering ditemukan pada ikan gabus adalah Lernaea cyprinacea, Argulus indicus, Lamproglena chinensis, Clinostomum sp., Proteocephalus sp., Camallanus sp., Spinetectus sp., dan Pallisentis sp.

Perlu diketahui bahwa ikan gabus banyak mengandung albumin, salah satu jenis protein darah yang diproduksi di hati. Albumin memiliki banyak sekali manfaat diantaranya dapat mengatur tekanan osmotik darah. Albumin akan mengontrol ketersediaan air dalam plasma darah sehingga volume darah dapat dipertahankan. Albumin juga diperlukan untuk proses pembentukan jaringan tubuh yang baru baik pada saat pertumbuhan maupun penyembuhan luka-luka. Dalam kehidupan sehari - hari albumin berfungsi sebagai sarana transportasi yang membawa bahan-bahan yang kurang larut dalam air melewati plasma darah dan cairan sel. Pengkonsumsian daging ikan gabus dan ekstrak proteinnya telah berhasil mampu meningkatkan kadar albumin dalam darah dan dapat mempercepat penyembuhan beberapa luka hingga 30 %.

Mengenal Kekayaan Alam : Budidaya dan Manfaat Pohon Sonokeling
Sonokeling tumbuh didaerah dengan musim kemarau sedang sampai kering ( paling tinggi 30 hari hujan dalam 4 bulan kering ). Jenis ini masih dapat tumbuh pada tanah jelek, berbatu-batu dan keras pada ketinggian 0-600 meter dari permukaan air laut.
Permudaan buatan sonokeling dilakukan dengan menggunakan stek akar yang panjangnya 15 cm dan diameter 1 cm. Permudaan dilakukan dengan stek akar karena sonokeling jarang sekali berbuah, seandainya berbuah terjadi pada Bulan Juni – Oktober. Daya kecambah biji sonokeling kecil sekali sehingga permudaannya biasa digunakan stek akar.
Kayu sonokeling meskipun keras masih dapat dikupas atau disayat untuk dijadikan venir hias.Venir ini dapat direkatkan dengan baik dalam pembuatan kayu lapis.
MANFAAT POHON SONOKELING :
Karena warna dan gambarnya yang indah, serta sesuai dengan sifat-sifat kayu yang dimiliki, maka sonokeling sangat bagus digunakan untuk pembuatan mebel, khususnya almari, meja, panil, barang ukiran, cindera mata, dll, dengan nilai jual yang tinggi. Sonokeling cocok juga untuk pembuatan barang-barang yang perlu dilengkungkan.


PRODUKSI dan INDUSTRI KAYU SONOKELING :
Setelah sonokeling mencapai usia lebih kurang 40 tahun, kayu siap dipanen. Hasil produksinya berupa kayu bundar sonokeling ( kayu log ) yang selanjutnya kan diolah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi di penggergajian.
Industri Penggergajian Mesin ( PGM ) Perum Perhutani menghasilkan barang setengah jadi berupa moulding / kayu gergajian, serta industri jadi / finished product berupa : pintu, furniture dengan orientasi pasar ekspor.

Sabtu, 29 Januari 2011

mantan



Tips Melupakan Mantan


Metrotvnews.com, Jakarta: Cinta, tak selamanya manis dan membuat bahagia. Ada yang bilang kalau mencintai seseorang itu pedih, apalagi jika sudah mencintai sepenuhnya, namun malah dikecewakan dan ditinggalkan. Oh, sakit rasanya hati ini. Benarkah? Kali ini, Woman dapat masukan dari Miss CC, agar berbagi tips dengan para pembaca yang sering sekali memiliki kesulitan dalam melupakan sang mantan.

Memang sih, tak semudah membalikkan telapak tangan untuk beranjak dari kepedihan luka putus hubungan. Dan melupakan seseorang, adalah suatu hal yang hampir mustahil, kecuali jika Anda hilang ingatan, persis seperti kata Miss CC. Tapi jangan dong, jangan sampai Anda memaksa untuk cuci otak dan menghilangkan semua kenangan dan memori Anda, sekalipun hal itu menyakitkan. Anda sudah dewasa, sudah seharusnya menghadapi semua masalah dengan cara yang dewasa pula. Jadi, intip saja tips berikut yang bisa bikin Anda lupa pada mantan dan kembali menikmati dan menjalani hidup.

1. Simpan semua barang kenangan dalam kotak

Jika Anda punya barang kenangan antara Anda da n si dia, misalnya foto, jam, boneka, bunga, perhiasan, dan lain sebagainya. Masukkan dalam sebuah kotak dan segera segel. Biarkan semua barang tersebut di dalam kotak dan jangan dibongkar, apalagi ditangisi. Dengan demikian, Anda menyimpan pula rasa pedih dan kecewa Anda di dalam kotak tersebut (ya setidaknya anggap saja demikian).

2. Sibukkan diri Anda!

Menangis dan memeluk bantal berhari-hari? Oh, itu kan dulu. Saat ini, boleh saja Anda menangis, tetapi cukup sehari saja. Kasihan dong bantal yang Anda peluk jadi basah semua. Usap air mata Anda, singkirkan minuman keras, rokok, dan semua benda tak berharga itu. Saatnya bangkit dan melakukan kegiatan positif yang baik untuk Anda. Jika mungkin Anda masih bingung apa yang akan Anda lakukan, bagaimana kalau dimulai dengan spa dan massage di salon. Kedengarannya enak kan?

3. Saatnya berolahraga!

Putus dari sang pacar kemudian terlihat kusam dan gemuk? Oh, jangan sampai! Justru saat putus dari si dia, Anda tak boleh terpuruk dan menyiksa kecantikan Anda. Tetap berolahraga, usir semua lemak dari dalam tubuh. Yoga dan berolahraga agar Anda tetap bisa fresh dan stres Anda tersalurkan. Selain itu, jika Anda tampak semakin langsing dan cantik, tak memungkiri ada pria lain yang akan tertarik pada Anda kan? Siapa tahu dia lebih tampan dan baik hati. (Kpl/**)

Jumat, 21 Januari 2011

short stories my first love


This is one of the memories in my life that hopefully this will not be lost forever, which I first entered the upper levels of schooling in a state that knew him so exciting. do not know why I can know him so, but I did not know him then, just because I play guitar in his class and finally through his friends I can introduce him. yes, I have not introduced, he named SITI ROLIAH and he comes from GONDORIO Ambarawa SEMARANG, through greeting from his friends in the end he first sweet like me. miss someone who has never known that I, after a few then I know more about it I immediately shot her love and I finally was able to penetrate his heart on May 15, 2010, very close relationship with him, and after some time we finally broke at love middle of the road because of the conflict that we both can not be completed by adults so sick that I was feeling at the moment but over time we have become accustomed together and even now we do not have anything, we still enjoy together, joking, even stories about her own respectively.
though so sometimes when I often miss and miss, but it would not mind because things like that is humane and it's natural, hopefully with us once in a relationship in this world tomorrow in the afterlife we could meet again in heaven, amiiiiiin ....

Selasa, 11 Januari 2011

b. inggris

school uniform, another good lesson
school uniform is special clothes worm by all students of a particular school. the uniform of a school may differ from other. why should schools use uniform? below are some reasons
first of all, Notre Dame's Department of Sociology produced a study in 1998 concerning school uniform. their findings using 10th grade students showed that uniforms have no direct of effect on "substance abuse, behavioral problems or attendance". it also claimed a negative effect on student achievements for those students considered 'pro-school'.
secondly, uniform helps to create a strong sense school ethos and a sense of belonging to a particular community. as such it promotes discipline and helps drive up academic standards, which is why a uniform is often adopted by schools which are being reopened with a fresh start after being classified as failing.

finally, uniform acts as a social leveler, under which all students are equal in the eyes of the school and of each other. in institutions without uniform students are often competitive and worry endlessly about their appearance and the clothes they should wear. pupils without expensive designer clothes and trainers may be singled out as social outcasts, or stigmatized as being from poor backgrounds. for these reasons many parents prefer uniform as they save them money on buying clothes for school wear.
considering the findings, i suggest that schools should implement the uniform as their identity. the government should also publish some kind of rule which makes uniform compulsory for schools.

seragam sekolah, pelajaran lain yang baik
seragam sekolah khusus pakaian cacing oleh semua siswa dari suatu sekolah tertentu. seragam sekolah mungkin berbeda dari yang lain. mengapa harus sekolah menggunakan seragam? bawah ini adalah beberapa alasan
pertama-tama, Notre Dame Departemen Sosiologi menghasilkan penelitian pada tahun 1998 tentang seragam sekolah. temuan mereka menggunakan siswa kelas 10 menunjukkan bahwa seragam tidak langsung berpengaruh pada "masalah penyalahgunaan zat, perilaku atau kehadiran". itu juga diklaim efek negatif terhadap prestasi siswa bagi siswa yang dianggap 'pro-sekolah'.
kedua, seragam membantu menciptakan sebuah sekolah etos rasa yang kuat dan rasa milik sebuah komunitas tertentu. seperti itu mempromosikan disiplin dan membantu menaikkan standar akademis, itulah sebabnya mengapa seragam sering diadopsi oleh sekolah-sekolah yang sedang dibuka kembali dengan sebuah awal baru setelah diklasifikasikan sebagai gagal.
akhirnya, bertindak seragam sebagai menyamaratakan sosial, di mana semua siswa adalah sama di mata sekolah dan satu sama lain. di lembaga-lembaga tanpa siswa seragam sering kompetitif dan tanpa henti khawatir tentang penampilan mereka dan mereka harus mengenakan pakaian. murid tanpa pakaian desainer mahal dan pelatih dapat dikatakan sebagai orang buangan sosial, atau stigma sebagai dari latar belakang miskin. untuk alasan-alasan ini banyak orangtua lebih memilih seragam karena mereka menyelamatkan mereka uang untuk membeli pakaian untuk dipakai sekolah.
mengingat temuan, saya sarankan bahwa sekolah harus menerapkan seragam sebagai identitas mereka. pemerintah juga harus menerbitkan semacam aturan yang mewajibkan seragam untuk sekolah.

Senin, 10 Januari 2011

bahasa indonesia tajuk rencana

Senin, 20 April 2009 04:01
Gelar Kelima Nadal



Rafael Nadal melanjutkan dominasinya di lapangan tanah liat dengan menjuarai turnamen ATP Masters 1000 Monte Carlo, Minggu (19/4). Nadal memenangi gelar kelimanya berturut-turut di turnamen ini dengan mengalahkan Novak Djokovic, 6-3, 2-6, 6-1.
Meski tetap mempertahankan dominasinya di tanah liat, Nadal tak memperoleh gelarnya dengan mudah. Djokovic memberikan perlawanan sengit, terutama di set kedua, yang menjadi salah satu penampilan terbaiknya di lapangan tanah liat.
Sang juara bertahan memulai aksinya dengan mematahkan servis Djokovic di game pertama set pertama. Namun, petenis Serbia itu ganti mematahkan servis Nadal di game berikutnya untuk menyamakan kedudukan. Kedua petenis kemudian bergantian saling mematahkan servis hingga kedudukan 3-3 sebelum Nadal merebut tiga game berikutnya dan memenangi set pertama.
Djokovic bangkit di set kedua dengan langsung mematahkan servis Nadal di game pertama. Setelah itu, beberapa kali pukulan winner-nya membuat Nadal mati langkah. Pukulan keras Djokovic ke garis belakang juga menjauhkan Nadal dari net sehingga tak dapat mengembangkan permainan.
Djokovic sekali lagi mematahkan servis Nadal di game kelima dan merebut set kedua dengan mempertahankan servisnya di game kedelapan.
Ketangguhan Nadal di lapangan tanah liat teruji di set terakhir. Beberapa kali pukulan silangnya menerobos pertahanan Djokovic. Begitu juga backhand dan forehand down the line yang tipis menyusur tepi lapangan tak mampu dikembalikan dengan baik oleh Djokovic.
Djokovic hanya berhasil meraih satu game ketika mematahkan servis Nadal di game kedua. Nadal melaju dan menutup pertandingan dalam waktu 2 jam 43 menit ketika backhand Djokovic menyangkut di net.
Ini adalah kemenangan ke-12 Nadal atas lawannya yang peringkat ketiga dunia dari 16 pertemuan keduanya. Djokovic hanya menang empat kali dan kesemuanya berlangsung di lapangan keras. Adapun Nadal memborong tujuh kemenangan dari tujuh kali duel di lapangan tanah liat, termasuk di final Monte Carlo tahun ini.
Dengan sukses tersebut, Nadal menjadi petenis pertama yang mampu merebut lima gelar di Monte Carlo. Lebih istimewa lagi, kelima gelar itu diperolehnya secara berturut-turut.
10 tahun
Untuk pertama kali dalam 10 tahun terakhir, dua remaja belasan tahun bertemu di final WTA Premier Charleston. Petenis Denmark, Caroline Wozniacki (18), dan Sabine Lisicki (19) maju ke final mengulangi duel Martina Hingis dan Anna Kournikova pada final 1999.
Wozniacki (Denmark) meneruskan langkah gemilangnya dengan menundukkan unggulan teratas Elena Dementieva (Rusia), 6-4, 5-7, 7-5. Dementieva lolos dari tiga match point di set kedua, tetapi Wozniacki tak tertahan merebut set ketiga.
Lisicki (Jerman) lolos lebih mudah dengan kemenangan dua set langsung atas unggulan keenam Marion Bartoli (Perancis), 6-3, 6-1. "Kami berdua semakin hari tampil semakin baik. Pasti akan menjadi final yang bagus,"ujar Lisicki.



Aroma Limbah di Nusa Indah
Kamis, 6 Januari 2011 10:11 Borneo Tribune
Keluhan warga komplek rumah toko (ruko) di kawasan Jalan Nusa Indah II sebetulnya sudah lama. Bahkan keluhan itu muncul setelah beberapa tahun berdiri hotel Kini yang dulunya adalah bangunan Bioskop Nusa Indah.
Setelah disulap menjadi hotel berbintang, didukung tempat yang strategis hotel tersebut memang ramai pengunjung. Karena ramai pengunjung itu pula, maka panci penampung limbah yang hanya selebar satu meter itu tidak memadai lagi, sehingga limbah kotoran dari hotel tersebut menyembut kemana-mana termasuk merayap ke 11 ruko di sampingnya.
Sebetulnya kalau semua pihak utamanya investor bila taat saja dengan aturan amdal termasuk prediksi radius limbah yang aman bagi penduduk sekitar, maka aroma tak sedap di Nusa Indah tersebut tidak akan terjadi. Sebab sejak awal pengelola sudah bisa memperhitungkan mulai dari daya tampung hingga prediksi normal limbah tersebut bisa ditangani.
Atau bisa juga menggunakan teknologi pengolahan limbah yang canggih, seperti yang diterapkan oleh beberapa rumah sakit di kota ini. Selama ini limbah yang terbuang adalah limbah yang sudah ramah lingkungan. Artinya selain tidak menimbulkan bau yang tak sedap, juga tidak membahayakan lingkungan lainnya.
Belajar dari banyak pengalaman, persoalan limbah ini amat serius. Apalagi ada pemukiman atau masyarakat lain di sekitarnya. Makanya penanganan limbah harus ekstra hati-hati. Sebab dia tidak hanya menyemburkan limbah dan bau tak sedap saja, tapi dampaknya bisa menyembabkan berbagai sumber penyakit.
Oleh karena itu, kita ingin pihak yang berkompeten dalam hal ini Walikota Pontianak harus cepat mencari solusi terbaik. Minimal minta pihak manajemen hotel segera mengatasi masalah limbah yang sudah meresahkan masyarakat sekitar itu.
Selain sikap tanggap sang Walikota melalui dinas terkait, pihak DPRD Kota juga kiranya cepat melakukan pengecekkan lapangan. Sebab hasil telaan dan pantauan lapangan langsung sangat bermanfaat sebagai masukan kepada Walikota yang mempunyai kebijakan dan perijinan kepada para investor atau dunia usaha.
Kita yakin, persoalan limbah baik rumah tangga maupun industri termasuk restoran ada terjadi di daerah lain. Cuma yang membedakan mungkin efek dari limbah itu sendiri.
Di Nusah Indah limbahnya parah, mungkin di tempat lain belum seberapa. Tapi semua pihak, baik pemerintah, wakil rakyat termasuklah LSM yang peduli dengan lingkungan bolehlah mengkaji semua industri termasuk hotel restoran yang ada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Sebab kita tidak ingin ada aroma lain seperti di Nusa Indah tersebut. Cukuplah limbah hotel Kini di Nusa Indah itu yang bakal menjadi PR stakeholder kedepan.

Rabu, 22 Desember 2010

peranan keraton cirebon terhadap perkembangan islam


== Sejarah ==
Menurut ''Sulendraningrat'' yang mendasarkan pada naskah [[Babad Tanah Sunda]] dan [[Atja]] pada naskah ''Carita Purwaka Caruban Nagari'', [[Cirebon]] pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama ''Caruban'' ([[Bahasa Sunda]]: campuran), karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang.

Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi, petis, dan garam. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (''belendrang'') dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan ''cai-rebon'' (Bahasa Sunda:, air rebon) yang kemudian menjadi ''Cirebon''.

Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan [[Nusantara]] maupun dengan bagian dunia lainnya. Selain itu, Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.
== Perkembangan awal ==

=== Ki Gedeng Tapa ===
Ki Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) adalah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati, Cirebon. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. Sejak saat itu, mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat baru di desa Caruban.

=== Ki Gedeng Alang-Alang ===
Kuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya, diangkatlah Raden Walangsungsang, yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, yang tak lain adalah puteri dari Ki Gedeng Tapa. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat, Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi penggantinya sebagai kuwu yang kedua, dengan gelar Pangeran Cakrabuana.
== Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) ==

=== Pangeran Cakrabuana (…. –1479) ===
Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua bernama SubangLarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Nama kecilnya adalah Raden Walangsungsang, setelah remaja dikenal dengan nama Kian Santang. Ia mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Lara Santang/ Syarifah Mudaim dan Raden Sangara.

Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang - ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang.

Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana.
Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon.

=== Sunan Gunung Jati (1479-1568) ===
Pada tahun 1479 M, kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya, Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari [[Mesir]], yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang setelah wafat dikenal dengan sebutan [[Sunan Gunung Jati]] dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai ''Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah''.

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan [[Kesultanan Banten]] serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti [[Majalengka]], [[Kuningan]], [[Kawali]] (Galuh), [[Sunda Kelapa]], dan [[Banten]].
Setelah Sunan Gunung Jati wafat, terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam Cirebon. Pada mulanya calon kuat pengganti Sunan Gunung Jati ialah Pangeran Dipati Carbon, Putra Pangeran Pasarean, cucu Sunan Gunung Jati. Namun, Pangeran Dipati Carbon meninggal lebih dahulu pada tahun 1565.

=== Fatahillah (1568-1570) ===
Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah, pemerintahan dijabat oleh [[Fatahillah]] atau Fadillah Khan. Fatahillah kemudian naik takhta, dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570, dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.

=== Panembahan Ratu I (1570-1649) ===
Sepeninggal Fatahillah, oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja, takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Emas putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun.

=== Panembahan Ratu II (1649-1677) ===
Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649, pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim, karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II.

Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan, yaitu [[Kesultanan Banten]] dan [[Kesultanan Mataram]]. [[Banten]] merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke [[Mataram]] ([[Amangkurat I]] adalah mertua Panembahan Girilaya). Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri, karena Panembahan Girilaya dan [[Sultan Ageng Tirtayasa]] dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram.

Panembahan Girilaya adalah [[menantu]] [[Sultan Agung Hanyakrakusuma]] dari [[Kesultanan Mataram]]. Makamnya di [[Jogjakarta]], di bukit Girilaya, dekat dengan makam raja raja Mataram di [[Imogiri, Bantul|Imogiri]], [[Kabupaten Bantul]]. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Girilaya, tinggi makam Panembahan Girilaya adalah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri.
== Terpecahnya Kesultanan Cirebon ==
Dengan kematian Panembahan Girilaya, maka terjadi kekosongan penguasa. Sultan Ageng Tirtayasa segera menobatkan Pangeran Wangsakerta sebagai pengganti Panembahan Girilaya, atas tanggung jawab pihak Banten. Sultan Ageng Tirtayasa kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu [[Trunojoyo]], yang saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari Mataram. Dengan bantuan Trunojoyo, maka kedua putra Panembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan dan dibawa kembali ke Cirebon untuk kemudian juga dinobatkan sebagai penguasa Kesultanan Cirebon.

=== Perpecahan I (1677) ===
Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon, dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. Dengan demikian, para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah:

* Sultan Keraton Kasepuhan, Pangeran Martawijaya, dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703)
* Sultan Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723)
* Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).

Perubahan gelar dari Panembahan menjadi Sultan bagi dua putra tertua Pangeran Girilaya ini dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa, karena keduanya dilantik menjadi [[Sultan]] Cirebon di ibukota Banten. Sebagai sultan, mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh, rakyat, dan keraton masing-masing. Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai ''kaprabonan'' (''paguron''), yaitu tempat belajar para intelektual keraton.
Dalam tradisi kesultanan di Cirebon, suksesi kekuasaan sejak tahun 1677 berlangsung sesuai dengan tradisi [[keraton]], di mana seorang sultan akan menurunkan takhtanya kepada anak laki-laki tertua dari permaisurinya. Jika tidak ada, akan dicari cucu atau cicitnya. Jika terpaksa, maka orang lain yang dapat memangku jabatan itu sebagai pejabat sementara.

=== Perpecahan II (1807) ===
Suksesi para sultan selanjutnya pada umumnya berjalan lancar, sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan.

Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya ''besluit'' ([[Bahasa Belanda]]: surat keputusan) [[Gubernur-Jendral]] [[Hindia Belanda]] yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan, cukup dengan gelar pangeran. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu Kesultanan Kacirebonan, pecahan dari Kesultanan Kanoman. Sementara tahta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).
== Masa kolonial dan kemerdekaan ==
Sesudah kejadian tersebut, pemerintah Kolonial Belanda pun semakin dalam ikut campur dalam mengatur Cirebon, sehingga semakin surutlah peranan dari keraton-keraton Kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya. Puncaknya terjadi pada tahun-tahun 1906 dan 1926, dimana kekuasaan pemerintahan Kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan disahkannya Gemeente Cheirebon (Kota Cirebon), yang mencakup luas 1.100 Hektar, dengan penduduk sekitar 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Tahun 1942, Kota Cirebon kembali diperluas menjadi 2.450 hektar.

Pada masa kemerdekaan, wilayah Kesultanan Cirebon menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan [[Republik Indonesia]]. Secara umum, wilayah Kesultanan Cirebon tercakup dalam Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, yang secara administratif masing-masing dipimpin oleh pejabat pemerintah Indonesia yaitu walikota dan bupati.
== Perkembangan terakhir ==
Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Kesultanan Cirebon tidak lagi merupakan pusat dari pemerintahan dan pengembangan agama Islam. Meskipun demikian keraton-keraton yang ada tetap menjalankan perannya sebagai pusat kebudayaan masyarakat khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kesultanan Cirebon turut serta dalam berbagai upacara dan perayaan adat masyarakat dan telah beberapa kali ambil bagian dalam [[:fr:Festival des cours royales d'Indonésie|Festival Keraton Nusantara]] (FKN).

Umumnya, Keraton Kasepuhan sebagai istana Sultan Sepuh dianggap yang paling penting karena merupakan keraton tertua yang berdiri tahun 1529, sedangkan Keraton Kanoman sebagai istana Sultan Anom berdiri tahun 1622, dan yang terkemudian adalah Keraton Kacirebonan dan Keraton Kaprabonan.

Pada awal bulan Maret 2003, telah terjadi konflik internal di keraton Kanoman, antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dan Pangeran Elang Muhammad Saladin, untuk pengangkatan tahta Sultan Kanoman XII. Pelantikan kedua sultan ini diperkirakan menimbulkan perpecahan di kalangan kerabat keraton tersebut.